UNIT PELAKSANA TEKNIS PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (UPT-PPL)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA


Jl. Siliwangi No. 24 Tlp. (0265) 323532 Fax. (0265) 325812 Tasikmalaya 46115 www.unsil.ac.id
PESAN DAN OPINI
Nama :
N P M :
Tulis pesan dan opini anda dalam textarea ini!

Search :

REGISTER
Nama :
N P M :
Alamat :
Email/Website :
Tempat Tgl/Lahir :
Komentar!

Form ini belum bekerja!
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PROGRAM LATIHAN PROFESI GURU
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA
BAB I
PENDAHULUAN

    A. Pengertian dan Lingkup Kegiatan

           Praktik Program Latihan Profesi (PLP) merupakan salah satu kegiatan akademik yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya, yakni suatu kegiatan praktik keguruan dan kependidikan lainnya yag dilaksanakan di sekolah yang telah menjalin mitra dengan FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Lingkup kegiatan PLP mencakup pengenalan medan (field familiarization), pembentukan keterampilan terbatas (isolated skill development), latihan membuat program perencanaan pembelajaran secara tertulis (rencana pelaksanaan pembelajaran; RPP), latihan tampil mengelola proses pembelajaran (keterampilan mengelola proses pembelajaran) di kelas baik secara diawasi maupun secara mandiri atau berdiri sendiri (full responsibility), dan latihan melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya melalui pola pembimbingan terpadu dalam rangka memenuhi persyaratan profesionalitas kependidikan dan pembentukan kepribadian tenaga kependidikan yang bermutu dan bertanggung jawab terhadap profesinya.

    B. Program Latihan Profesi (PLP)

    Program Latihan Profesi (PLP), secara umum bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan sebagai wahana terbentuknya tenaga pendidik yang profesional, yaitu tenaga kependidikan yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya serta mampu menerapkan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. Secara khusus PLP Magang bertujuan: (1) mengenal secara cermat lingkungan sosial, fisik, administrasi dan akademik sekolah/tempat latihan lainnya sebagai tempat bekerja; (2) dapat menerapkan berbagai kemampuan keguruan atau kependidikan secara utuh dan terintegrasi dalam situasi yang sebenarnya; (3) dapat menarik pelajaran dari pengalaman, dan penghayatannya yang direfleksikan dalam perilaku sehari-hari.

    C. Persyaratan Peserta Program Latihan Profesi (PLP) Magang

    Syarat peserta Program Latihan Profesi (PLP) adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi Tasikmalaya diperbolehkan mengikuti Program Latihan Profesi (PLP) Magang, apabila:
    1. Sampai dengan semester VI telah menyelesaikan kredit semester minimal 100 sks, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00.
    2. Telah lulus empat matakuliah Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan nilai masing-masing minimal C (kecuali ditentukan lain oleh pihak yang kompeten untuk memberikan pertimbangan). Tiga mata-kuliah tersebut, yaitu:
      a. Strategi Belajar Mengajar/Strategi Belajar Pembelajaran
      b. Perencanaan Pembelajaran/TEFL
      c. Evaluasi Pendidikan
      d. Media Pembelajaran
    3. Mendapat rekomendasi dari Dosen Wali yang disahkan oleh Ketua Program Studi.
    4. Mendapat rekomendasi berkelakuan baik disahkan oleh Pembantu Dekan III atas nama Dekan.

    D. Sasaran

    Sasaran yang ingin dicapai melalui PLP Magang adalah terbentuknya pribadi calon pendidik yang profesional, yakni pendidik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, dan pola tingkah laku yang diperlukan bagi profesinya sekaligus cakap menggunakannya secara tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.

    E. Status

    Program Latihan Profesi (PLP) Magang merupakan bagian yang integral dari keseluruhan kurikulum Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi (PGBK), karenanya PLP Magang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

    F. Kegiatan Inti, Waktu, dan Tempat

    1. Kegiatan Inti
    Kegiatan inti PLP meliputi observasi, orientasi, adaptasi, latihan menyusun RPP, latihan membuat program semester, latihan membuat program tahunan, latihan praktik mengelola proses pembelajaran di kelas secara terbimbing maupun secara berdiri sendiri, dan latihan melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya.
    2. Waktu
    Program Latihan Profesi (PLP) Magang dilaksanakan dalam waktu 12 minggu atau setara dengan 4 SKS di lapangan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kalender sekolah dengan menerapkan sistem blok (block system), yakni mahasiswa secara penuh berada di sekolah tempat magang dan berperan sebagai guru magang.
    3. Tempat
    Tempat pelaksanaan PLP Magang adalah di SMP, MTs, SMA , MA, dan SMK yang telah terakreditasi dan telah menjalin kerjasama sebagai sekolah mitra dengan FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Penunjukkan sekolah latihan dilakukan atas persetujuan Pejabat Dinas Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Pemerintah setempat.

    G. Tahapan Kegiatan

Tahapan kegiatan praktik Program Latihan Profes Guru meliputi
  1. Pendaftaran
    Untuk menjadi peserta dalam kegiatan PLP Magang, terlebih dahulu mahasiswa harus mendaftarkan diri dengan melampirkan data yang membuktikan bahwa mahasiswa tersebut memenuhi persyaratan untuk mengikuti PLP Magang dan sekaligus sebagai bukti kesediaan diri untuk mengikuti PLP Magang.
  2. Observasi [Observe : to watch sb/sth carefully] Setelah praktikan secara resmi diserahterimakan dari FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya kepada pihak sekolah latihan melalui Kepala Dinas Pendidikan Nasional dan Kepala Kantor Departemen Agama Pemerintah setempat, mereka harus mengadakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung tentang lokasi, situasi, dan kondisi sekolah di mana mereka ditempatkan.
  3. Orientasi [Orientate : (a) to direct the interest of sb to sth (b) to direct or aim sth at sb/sth ; orientate oneself : (a) to establish one's position in relation to one surroundings (b) to make oneself familiar with the new situation] Sebagai anggota dalam suatu lingkungan yang baru, praktikan harus mampu mengarahkan dirinya sehingga dapat memposisikan dirinya secara positif dengan lingkungan atau sekolah dimana mereka ditempatkan. Dalam orientasi, mahasiswa dituntut melakukan hal-hal berikut:
    • a. Mempelajari struktur sekolah.
    • Mempelajari kurikulum sekolah antara lain; program tahunan, program semester, penjadwalan kegiatan evaluasi, BP, dan perpustakaan sekolah.
    • Mempelajari administrasi sekolah dan kelas, antara lain; buku kehadiran (guru, karyawan, peserta didik), buku induk, leger, buku mutasi, tugas kewajiban wali kelas, buku piket, buku tamu, dan lain-lain.
    • Mempelajari masalah-masalah kepeserta didikan, antara lain; OSIS, kesenian, olah raga, pramuka, karyawisata, dan kebersihan.
    • Mempelajari program Bimbingan dan Penyuluhan (BP), partisipasi guru dan peserta didik dalam bimbingan dan penyuluhan.
  4. Adaptasi [Adapt : to make sth suitable for new situation]
    Sejak awal kedatangan sampai berakhirnya kegiatan PLP, praktikan akan selalu menerima petunjuk, pengarahan, dan tugas dari kepala sekolah (koordinator guru pamong), guru pamong, dan petugas lainnya yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Untuk kelancaran pelaksanaan seluruh tugas-tugas PPL, praktikan harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi sekolah dengan selalu melaksanakan semua petunjuk, arahan, dan tugas, serta menjalin kerjasama dengan guru pamong khususnya dan guru-guru lainnya serta pihak-pihak lainnya.
  5. Latihan Mengelola Proses Pembelajaran dan Tugas Kependidikan Lainnya
  6. a. Berlatih mengelola pembelajaran sebagai calon guru.
    • Membuat program perencanaan pembelajaran tertulis, serta mengadakan persiapan diri setiap kali akan mengajar di kelas.
    • Berlatih mengelola pembelajaran di kelas, dilaksanakan paling sedikit 14 kali penampilan dengan menyusun paling sedikit memuat 7 buah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tiap satu kali penampilan (dihitung setara dengan 2 jam pelajaran atau 2 x 40 menit).
    • Menggunakan metode dan prosedur pembelajaran sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran.
    • Menciptakan dan menggunakan alat peraga/media.
    • Mengadakan evaluasi kegiatan pembelajaran peserta didik.
    • Melaksanakan segala bentuk kegiatan latihan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kemampuan (kompetensi) seorang guru.
    b. Mengikuti rapat-rapat yang diselenggarakan oleh sekolah apabila diperbolehkan oleh yang berwenang atau kepala sekolah.
    c. Mengikuti kegiatan ekstra-kurikuler dan ko-kurikuler.
    d. Belajar mengenal pengelolaan sekolah;
    • Kesiswaan
    • Kepegawaian (personalia)
    • Kurikulum
    • Keuangan atau pembiayaan
    • Sarana dan prasarana
    • Ketatausahaan sekolah (Sistem Informasi Pendidikan)
    • Organisasi sekolah
    • Hubungan Masyarakat

      BAB II
      PELAKSANA SERTA TUGAS DAN FUNGSI

    A. Pelaksana

    Kegiatan Program Latihan Profesi (PLP) Magang FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya, melibatkan beberapa unsur pelaksana. Pihak-pihak pelaksana yang terlibat langsung adalah:
    1. Dekan beserta Pembantu Dekan FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya
    2. Supervisor
    3. Ketua UPT-PPL FKIP Universitas Siliwangi beserta staf
    4. Kepala Sekola
    5. Guru Pamong/Dosen Lapangan
    6. Dosen Pembimbing/Dosen Akademik

    B. Tugas dan Fungsi Pelaksana PPL

    1. Dekan
      Dalam kegiatan PLP Magang, Dekan FKIP Universitas Siliwangi berfungsi sebagai penanggung jawab umum dari penyelenggaraan kegiatan PPL. Dengan demikian Dekan FKIP Universitas Siliwangi berkewajiban untuk memberikan arahan atau petunjuk dan memonitor semua tahapan kegiatan PLP Magang sebagai bahan untuk dapat meningkatkan kualitas penyelengaraan PPL pada tahun berikutnya.
    2. Ketua UPT-PPL
      Ketua UPT-PPL memiliki tugas sebagai penanggung jawab dalam menetapkan seluruh ketentuan-ketentuan teknis pelaksanaan PPL, sekaligus mengkoordinasikan ke seluruh unsur-unsur pelaksana lainnya dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan teknis yang dibuatnya. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Ketua UPT-PPL dibantu oleh seorang sekretaris dan senantiasa berkoordinasi dengan pimpinan Fakultas sebagai penanggung jawab umum pelaksana kegiatan Program Pengalaman Lapangan Magang.
    3. Supervisor [supervise : to watch sb/sth or check what sb has done to make sure that work, etc or done properly (A S Hornby)]
      Supervisor memiliki tugas utama mengawasi proses pelaksanakan sekaligus sebagai komunikator antara pihak FKIP Universitas Siliwangi (khusus UPT-PPL) dengan pihak-pihak pelaksana PLP Magang di luar FKIP Universitas Siliwangi, baik bidang administrasi maupun teknis pelaksanaan. Adapun secara rinci tugas supervisi dalam pelaksaan PLP Magang FKIP Universitas Siliwangi adalah:
      a. Bidang Administrasi, yang meliputi:
      • Melakukan checking terhadap nama-nama peserta PLP Magang di sekolah-sekolah latihan yang termasuk ke dalam wilayah tugas supervisinya.
      • Melakukan cheking terhadap nama-nama guru pamong dan dosen pembimbing tiap bidang studi di seluruh sekolah latihan yang berada di wilayah tugas supervisinya.
      • Mencatat nama-nama mahasiswa yang mengundurkan diri dan yang pindah dari data/atau ke sekolah latihan yang berada di wilayah tugas supervisinya.
      • Mencatat nama-nama mahasiswa yang mengalami pergantian guru pamong dan/atau dosen pembimbing di seluruh sekolah latihan yang berada di wilayah tugas supervisinya.
      • Memiliki catatan perkembangan dan kemajuan mahasiswa selama kegiatan PPL berlangsung tentang jumlah rencana pengajaran dan program satuan pembelajaran yang telah dibuat, serta jumlah penampilan yang telah berhasil dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa yang berada di wilayah tugas supervisinya.
      b. Bidang Teknis
      • Supervisor mengadakan supervisi ke seluruh sekolah latihan yang berada di wilayah tugas supervisinya selama kegiatan PLP Magang berlangsung, paling sedikit dua kali sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh UPT-PPL FKIP Universitas Siliwangi.
      • Bekerja dengan guru pamong dan kepala sekolah dalam memecahkan masalah-masalah yang muncul berkaitan dengan latihan praktik kependidikan.
      • Mengadakan koreksi terhadap aktivitas latihan yang dinilai tidak sesuai dengan tuntutan pembaharuan pendidikan
      • Bekerja sama dengan dosen pembimbing untuk mendiskusikan dan mencocokan permasalahan-permasalahan yang dialami mahasiswa.
      • Menyampaiakan laporan tertulis tentang hasil-hasil monitoringnya kepada Dekan FKIP Unsil (c.q. UPT-PPL) dan mendiskusikan hal-hal yang dianggap perlu berkaitan dengan pelaksanakan PPL, baik yang berkaitan dengan administrasi maupun dengan teknis pelaksanaan PPL, yang dibicarakan dalam rapat berkala yang diselenggarakan oleh UPT-PPL di bawah tanggung jawab Dekan FKIP Universitas Siliwangi.
    4. Kepala Sekolah
      Kepala sekolah dalam kegiatan PLP Magang bertindak sebagai koordinator Guru Pamong, Supervisor, dan Evaluator terhadap seluruh kegiatan dan keberhasilan PLP Magang di sekolah latihan yang dibinanya. Atas dasar wewenang tersebut dan untuk tercapainya tujuan PLP Magang, Kepala Sekolah diharapkan dapat melaksanakan tugas-tugas pokok sebagai berikut:
      • Menyebarluaskan informasi tentang PLP Magang agar dapat dipahami oleh semua guru pamong yang telah mendapat tugas dari FKIP Universitas Siliwangi.
      • Menyusun rencana kerja dan jadwal pelaksanakan latihan praktik pendidikan.
      • Menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dalam rangka mempelancar pelaksanaan PLP Magang dengan cara:
        • Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan sekolah.
        • Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari administrasi sekolah.
        • Memberi kesempatan kepada guru pamong dan mahasiswa untuk mengemukakan dan membicarakan masalah-masalah bersama yang muncul selama kegiatan PLP Magang berlangsung.
        • Mengadakan supervisi terhadap mahasiswa peserta PLP Magang.
        • Bersama guru pamong membicarakan aktivitas mahasiswa yang dianggap menyimpang dari peraturan/tata tertib, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dan mencari jalan ke luar untuk mengatasinya.
        • Mengadakan kontrol terhadap aktivitas-aktivitas mahasiswa secara kontinu, antara lain:
          • Menerima laporan rutin/insidental baik lisan maupun tertulis dari guru pamong.
          • Mengusahakan penyelenggaraan pertemuan dengan guru pamong untuk mengevaluasi kemajuan-kemajuan atau keberhasilan program latihan praktik kependidikan.
          • Menyampaikan laporan pelaksanaan latihan praktik kependidikan kepada UPT-PPL FKIP Universitas Siliwangi.
          • Bersama-sama guru pamong menyampaikan kesan-kesan umum tentang kemajuan prestasi mahasiswa kepada dosen pembimbing, supervisor, juga menyampaikan permasalahan-permasalahan yang membutuhkan perhatian dari pihak FKIP UNSIL, khususnya UPT-PPL.
          • Mengkritisi dan mengkoreksi kebijakan-kebijakan UPT-PPL yang dipandang tidak cocok atau tidak relevan.
          • Bersama-sama dengan guru pamong dan dosen pembimbing menguji ujian akhir PLP Magang seluruh mahasiswa yang melaksanakan PLP Magang di sekolah binaannya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh UPT-PPL atas dasar usulan dari kepala sekolah yang bersangkutan.
          • Berkewajiban memberikan penilaian mengenai kegiatan kependidikan bagi peserta PLP Magang.
    5. Dosen Pembimbing
      Pertimbangan untuk menjadi dosen pembimbing PPL diperlukan syarat-syarat sebagai berikut:
      • Dosen tetap FKIP Universitas Siliwangi lulusan LPTK berijazah S1 dan telah memiliki jabatan akademik minimal Lektor atau Asisten Ahli untuk yang berijazah Magister/Master (S2).
      • Dosen tetap FKIP Universitas Siliwangi lulusan non LPTK berijazah S-1 memiliki jabatan akademik minimal Lektor atau Asisten Ahli untuk yang berijazah Magister/Master (S2), berpengalaman sebagai dosen tetap FKIP minimal 3 tahun, dan mendapat rekomendasi dosen pembina PBM yang bergolongan dan ruang minimal IV/a.
      • Bersedia melaksanakan ketentuan-ketentuan teknis yang ditetapkan oleh UPT-PPL FKIP dengan sebaik-baiknya.
      • Berdedikasi, penuh pengabdian, dan tanggung jawab atas tugas-tugas sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pembentukan calon guru yang profesional.

      • Partisipasi aktif dengan penuh tanggung jawab dari dosen pembimbing dalam menjalankan tugas-tugas kepembimbingan baik yang bersifat akademik, teknis, maupun yang bersifat administratif dalam rangka pembentukan calon guru yang profesional melalui kegiatan PPL, akan sangat mempengaruhi kualitas prestasi praktikan dalam melaksanakan tugas-tugas PLP Magang. Hal demikian, juga akan merupakan kontribusi positif atas peningkatan mutu lulusan FKIP UNSIL secara keseluruhan dan akan meningktakan citra FKIP UNSIL di masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang qualified´
      Untuk kelancaran pelaksanakan tugas dosen pembimbing, berikut ini diuraikan tugas-tugas pokoknya yaitu:
      a. Sebelum Pelaksanaan di Lapangan
      • Mengikuti pengarahan dan pembekalan umum dari Rektor dan Dekan FKIP sekaligus menghadiri acara serah terima praktikan.
      • Memperoleh dan mempelajari berkas PLP Magang.
      • Mengadakan pertemuan dengan kelompok mahasiswa yang dibimbingnya.
      • Mengatur jadwal kunjungan ke lapangan.

      b. Selama Pelaksanaan Praktik Latihan Profesi Guru
      • Bagi Dosen Pembimbing yang ditunjuk sebagai Koordinator Dosen Pembimbing wajib mengantarkan dan menyerahkan Praktikan kepada Kepala Sekolah latihan yang telah ditetapkan.
      • Pada hari pertama bagi Dosen Pembimbing yang ditunjuk sebagai Koordinator Dosen Pembimbing harus mengadakan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan Guru Pamong untuk mendiskusikan hal-hal yang dianggap perlu berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan PPL di sekolah yang bersangkutan.
      • Sesuai dengan waktu yang ditentukan memberikan bimbingan dan membantu menyelesaikan masalah-masalah PLP Magang di sekolah yang berkaitan dengan PBM, yaitu :
        • Membimbing mahasiswa dalam menyusun RPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah yang bersangkutan.
        • Membantu dan mengobservasi penampilan mahasiswa bimbingannya.
        • Bersama guru pamong membicarakan kelemahan-kelemahan yang dimiliki mahasiswa bimbingannya dalam hal penguasaan bahan ajar (subject matter) dan penerapan metode pembelajaran secara periodik.
        • Memberikan motivasi dan stimulus serta saran terhadap mahasiswa bimbingannya untuk terus selalu meningkatkan mutu profesionalitas kependidikannya.
        • Mengingatkan mahasiswa untuk secara kontinu memelihara hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan PLP Magang.
      • Menetapkan jadwal konsultasi di kampus (tidak bersamaan dengan kegiatan praktikan di lapangan).
      • Melaksanakan observasi penampilan setiap mahasiswa bimbingannya di dalam kelas paling sedikit 3 kali selama PLP Magang berlangsung.

      c. Setelah PLP Magang
      • Bersama-sama dengan kepala sekolah dan guru pamong menguji ujian akhir PLP Magang mahasiswa bimbingannya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh UPT-PPL atas dasar usulan dari kepala sekolah.
      • Menandatangi Berita Acara Ujian akhir PLP bagi mahasiswa bimbingannya.
    6. Guru Pamong
      Guru pamong dalam hal kepembimbingan PLP Magang memegang peranan yang sangat penting, bertanggung jawab langsung terhadap seluruh proses pelaksanaan praktik kependidikan di sekolah. Partisipasi aktif Guru Pamong dalam menjalankan tugas-tugas kepembimbingannya baik yang bersifat akademik, teknis, maupun yang bersifat administratif dalam rangka pembentukan calon guru yang profesional melalui kegiatan PLP Magang, akan sangat mempengaruhi kualitas pencapaian PLP Magang dari para praktikan. Hal demikian, juga akan berkontribusi positif bagi peningkatan mutu lulusan dari FKIP UNSIL yang pada gilirannya menunjang keberhasilan program pemerintah di bidang pembangunan sumberdaya manusia (SDM).
      Persyaratan untuk dapat menjadi seorang Guru Pamong adalah sebagi berikut:
      • Lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK): IKIP/UPI, STKIP, FKIP dan sejenisnya minimal berijazah S-1 dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun.
      • Berijazah sesuai dengan bidang studi dari mahasiswa bimbingannya.
      • Bersedia untuk ditetapkan sebagi guru pamong dengan mengisi formulir kesediaan, mendapat rekomendasi dan izin untuk menjadi guru pamong dari kepala sekolah.
      Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Guru Pamong, berikut adalah deskripsi tugas-tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh Guru Pamong, yaitu :
      a. Selama Orientasi, Observasi, dan Adaptasi
      • Guru pamong memberi petunjuk dan arahan mengenai situasi dan kondisi sekolah serta mengenai bagaimana cara membina hubungan baik antara Praktikan dengan:
        • Kepala Sekolah
        • Seluruh staf sekolah
        • Seluruh peserta didik
        • Seluruh staf tata-usaha
        • Seluruh pengurus Dewan/Komite sekolah
      • Guru pamong memberi tugas kepada mahasiswa untuk :
        • Mencari data dan informasi mengenai struktur organisasi sekolah dan uraian tugas setiap bidang
        • Berkenalan dengan seluruh staf dan karyawan
        • Mengikuti penjelasan terinci dari petugas bidang kurikulum seperti program tahunan, penjadwalan ulangan umum/ujian akhir, peningkatan mutu akademis guru, penataran-penataran kurikulum/silabi, dan perpustakaan.
        • Mengikuti uraian terperinci dari petugas bidang adminstrasi sekolah seperti daftar hadir (guru, karyawan, dan peserta didik), buku leger, buku induk, raport, buku mutasi, pemilihan wali kelas dan tugas-tugasnya, buku tamu, dan sarana-sarana lainnya.
        • Mengikuti uraian tugas dari bidang kesiswaan seperti program OSIS, program kulikuler mengenai olahraga, kesenian, pramuka, UKS, PMR, Karyawisata, serta kebersihan dan keindahan sekolah.
        • Mengikuti uraian tentang tugas bimbingan dan konseling (BK) sehubungan dengan bantuan/partisipasi guru pamong dan program BK.
        • Guru pamong memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuat catatan segala kegiatannya selama masa orientasi, observasi, dan adaptasi pada buku Agenda Kegiatan PPL
        • Guru pamong menilai kegiatan Praktikan bimbingannya selama mengikuti orientasi, observasi, dan adaptasi (bagian penilaian dari komponen melaksanakan tugas-tugas kependidikan di luar proses belajar mengajar (N1 dan N2)

      b. Selama Masa Partisipasi
      • Pada masa partisipasi sebelum latihan penampilan kelas, Guru Pamong terlebih dahulu memberi penjelasan umum tentang hal-hal yang harus dipersiapkan oleh praktikan sebelum tampil di muka kelas.
      • Guru pamong memperkenalkan mahasiswa kepada peserta didik di kelas agar mereka diterima sebagai staf di kelas tersebut.
      • Guru pamong mendorong mahasiswa untuk selalu aktif melatih diri dalam mengisi leger, buku raport, buku nilai daftar hadir peserta didik dan guru.
      • Guru pamong memberi tugas dan bimbingan teknis kepada mahasiswa tentang penyusunan satuan acara pembelajaran dan/atau satuan rencana pelaksanaan pembelajran (RPP) sesuai dengan rambu-rambu.
      • Guru pamong menerima, meneliti, dan menilai seluruh tugas-tugas persiapan mengajar mahasiswa (N3), kemudian memberikan saran perbaikan untuk setiap kali tampil berikutnya berdasarkan penampilan sebelumnya.
      • Guru pamong memberikan tugas kepada mahasiswa agar persiapan operasional (seperti media dan kondisi kondisi kelas) dipersiapkan sebaik-baiknya.
      • Guru pamong memberi tugas kepada mahasiswa untuk menampilkan RPP di kelas yang telah ditetapkan atau disetujui oleh Guru Pamong dan/atau Dosen Pembimbing.
      c. Partisipasi selama latihan mengajar di kelas
      • Guru pamong membri kesempatan kepada mahasiswa untuk tampil di kelas, pada saat yang bersamaan guru pamong mengawasi penampilan praktikan tersebut.
      • Guru pamong memberi kesempatan kepada mahasiswa lainnya untuk turut mengobservasi dan mencatat kegiatan penampilan rekannya (sebagai bahan untuk diskusi).
      • Guru pamong selalu membuat catatan dan penilaian mengenai penampilan mahasiswa bimbingannya (N4)
      d. Partisipasi sesudah latihan praktik mengajar di kelas
      • Setiap mahasiswa selesai tampil latihan mengajar di kelas, Guru Pamong memimpin diskusi mahasiswa tentang kelebihan dan kelemahan penampilan mahasiswa bimbingannya sekaligus memberikan saran perbaikan untuk tampilan berikutnya. Dalam diskusi ini guru pamong mengemukakan kesan dari penampilan praktikan bimbingannya kemudian peserta diskusi diberi kesempatan untuk mengemukakan saran dan pendapatnya.
      • Guru pamong memberikan hasil penilaian setiap penampilan mahasiswa bimbingannya kepada mahasiswa yang bersangkutan agar dapat mengetahui kelemahan-kelemahannya untuk kemudian memperbaikinya. Guru pamong mengemukakan kelemahan-kelemahan dalam penampilan praktikan bimbingannya, mulai dari kegiatan persiapan, operasional, pendayagunaan media pembelajaran, interaksi antara guru dengan peserta didik, penguasaan materi dan bahasa, cara mengevaluasi dan pengelolaan kelas.
      e.Selama Masa Evaluasi
      • Guru Pamong bersama Kelapa Sekolah dan Dosen Pembimbing memberikan penilaian kepada mahasiswa bimbingannya pada waktu ujian akhir PLP Magang.
      • Guru pamong bersama penguji lainnya memutuskan dan merekomendasikan keberhasilan atau kelulusan mahasiswa bimbingannya.
      • Guru pamong bersama penguji lainnya melaporkan hasil ujian akhir PLP Magang mahasiswa bimbingannya kepada UPT-PPL FKIP Universitas Siliwangi.

BAB III
PENILAIAN

A. Pengertian Penilaian

Penilaian Praktik Pengalaman Lapangan Magang merupakan suatu upaya untuk mengukur tingkat keberhasilan atau pencapaian dalam menjalankan seluruh tugas-tugas PLP Magang. Penilaian PLP Magang merupakan penilaian yang bersifat komprehensif. Oleh karena itu, aspek-aspek yang dinilai meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan.

B. Penilai

Pelaksana PLP Magang yang berhak memberikan penilaian sesuai dengan tugas masing-masing, adalah:
  1. Guru pamong menilai keseluruhan penilaian PLP Magang meliputi komponen:
    a. Penilaian sosial pribadi (N1)
    b. Tugas kependidikan di luar mengajar (N2)
    c. Perencanaan proses pembelajaran atau persiapan mengajar (N3)
    d. Kemampuan mengelola proses pembelajaran atau penampilan di kelas (N4)
    e. Ujian akhir PLP Magang (Na)
  2. Kepala Sekolah menilai ujian akhir PLP Magang (Nu)
  3. Dosen pembimbing menilai ujian akhir PLP Magang (Nu)

C.Sifat-sifat Penilaian

Penilaian PLP Magang FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya bersifat:
  1. Menyeluruh, artinya penialaian PLP Magang mencakup seluruh aspek pengetahuan, sikap, keterampilan nilai, dan pola tingkah laku yang diperlukan oleh seorang guru yang professional.
  2. Kontinu/berkelanjutan, artinya penilaian PLP Magang dilakukan mulai dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan.
  3. Membimbing, artinya penilaian PLP Magang dilakukan secara menyeluruh dan kontinu dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada praktikan dari waktu ke waktu dan dalam berbagai aspek penilaian.

D. Komponen Penilaian

  1. Komponen Penilaian Sosial & Pribadi (N1), meliputi:
    a. Kepemimpinan
    b. Tanggung jawab
    c. Stabilitas emosi
    d. Interaksi Sosial
    e. Disiplin
    f. Sikap
    g. Cara berpakaian
  2. Komponen Pelaksanaan Tugas Kependidikan di Luar Mengajar (N2), meliputi:
    a. Upacara bendera
    b. Piket
    c. Layanan perpustakaan
    d. Bimbingan OSIS
    e. Bimbingan olah raga
    f. Bimbingan kesenian
    g. Bimbingan PMR
    h. Bimbingan dan konseling
  3. Komponen Profesional
    a. Perencanaan proses pembelajaran atau persiapan tertulis (N3), meliputi:
    1) Perumusan kompotensi dasar
    2) Perumusan indikator pencapaian kompetensi
    3) Bahan ajar
    4) Model dan Strategi pembelajaran
    5) Media pembelajaran
    6) Evaluasi
    b. Pengelolaan proses pembelajaran/kegiatan penamplan di kelas (N4), meliputi:
    1) Membuka pelajaran
    2) Sikap praktikan dalam proses pembelajaran
    3) Penguasaan bahan belajar
    4) Proses pembelajaran
    5) Penggunaan media
    6) Evaluasi
    7) Menutup pelajaran

E. Pembobotan dan Pemberian Skor Penilaian Kegiatan PLP Magang
 1. Pembobotan
No.
Komponen yang dinilai
Bobot
1.
 Penilaian aspek sosial dan pribadi (N1)
1
2.
 Pelaksanaan tugas kependidikan di luar mengajar (N2)
1
3.
 Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (N3)
2
4.
 Kegiatan praktik/pelaksanaan pembelajaran atau penampilan di kelas (N4)
3
 2. Pemberian Skor Penilaian PLP Magang
     Pemberian skor penilaian kegiatan PLP Magang digunakan jarak skala penilaian antara 0 - 10
     a. Nilai kumulatif selama PLP Magang (Nk) dihitung dengan ketentuan berikut:
Nk =

N1 + N2 + 2N3 + 3N4

7
  • Nk = skor kumulatif selama melaksanakan latihan praktik lapangan selain ujian
  • N1 = skor rata-rata penilaian sosial pribadi
  • N2 = skor rata-rata penilaian pelaksanaan tugas kependidikan di luar mengajar
  • N3 = skor rata-rata penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  • N4 = skor rata-rata penilaian pengelolaan proses pembelajaran di kelas
     b. Nilai Ujian Akhir PLP Magang (Nu)
Nu =


P1 + P2 + P3

3

  • Nu = Skor Ujian PLP
  • P1 = Skor Penguji I
  • P2 = Skor Penguji II
  • P3 = Skor Penguji III
  • Angka 1, 2, 3, I, II, dan III tidak menunjukkan peringkat.
     c. Nilai Akhir PLP Magang (Na)

Na =


Nu + 2Nk

3

  • Na = Skor akhir PLP
  • Nu = Skor Ujian PLP
  • Nk = Skor kumulatif selama praktik selain Ujian
     d. Kriteria Penilaian
        Selanjutnya nilai/skor akhir dikonversikan ke dalam skala penilaian 0-4 dan nilai mutu dengan         menggunakan ketentuan seperti yang tertera di dalam tabel berikut:
Nilai Angka (X) 0 -10
Nilai
Huruf
Predikat
8.00 ≤ X ≤ 10.00
4
A
 Sangat baik
7.00 ≤ X < 7,99
3
B
 Baik
6.00 ≤ X < 6.99
2
C
 Cukup
5.00 ≤ X < 5.99
1
D
 Kurang
0.00 < X <4.99
0
E
 Gagal
Seek after sciences even in Chine
  • elaborate : to describe or explain sth in greater detail
  • explore : to travel into or around in a place in order to learn about it
  • confirm : to provide evidence or state that a report, an opinion, ets is true or correct.
  • Copyright© : 2013 A-M All Rights Reserved.